Just look! The day's almost as beautiful as you!

Month: September 2014

Tugas Jarkom – Error Detection and Correction

  1. Hamming Code
  • Mekanisme dan Cara Kerja

Ada  beberapa  metode  yang  digunakan  untuk  mendeteksi error  dan  mengkoreksi  error  yang  terjadi.  Salah  satunya adalah dengan menggunakan metode Hamming Code. Metode  hamming  code  merupakan  salah  satu  metode yang  paling  sederhana.  Metode  ini menggunakan  operasi  logika  XOR  (Exclusive-OR)   dalam proses pendeteksian error  maupun pengkoreksian error. Input dan  output  dari metode  ini  berupa  bilangan  biner.  Hamming code  merupakan  salah  satu  jenis  linier  error  correcting  code yang  sederhana  dan  banyak  dipergunakan  pada  peralatan elektronik (Satra, 2007).

Metode  hamming  code  bekerja  dengan  menyisipkan beberapa  buah  check  bit  ke  data.  Jumlah  check  bit  yang disisipkan  tergantung  pada  panjang  data.  Rumus  untuk menghitung jumlah  check bit  yang akan disisipkan ke dalam data. Data 2^n bit,  c = (n+1) bit, dimana c adalah jumlah check  bit yang disisipkan.

Tabel 1. Kenaikan data bit dan check bit

Data Bit

Check Bit

2

2

4

3

8

4

16

5

32

6

64

7

128

8

256

9

Check bit kemudian disisipkan pada data pada posisi yang dihitung menggunakan rumus perhitungan posisi check bit.

Rumus perhitungan posisi Check Bit C^i= 2^(i-1)

Sehingga dengan rumus posisi tersebut, didapat posisi check bit yang akan diletakkan pada data diperlihatkan pada tabel.

Tabel 2. Tabel posisi check bit

Check Bit

Posisi

C1

1

C2

2

C3

4

C4

8

C5

16

C6

32

C7

64

C8

128

C9

256

  • Proses Pendeteksian Error
  1. Hitung panjang data masukan dari metode  hamming code  yang  merupakan  hasil  penjumlahan  dari panjang  data  masukan  dengan  panjang  check  bit. Panjang  data  keluaran  dari  metode  hamming  code sama  dengan  panjang  data  masukan  dari  metode hamming code.

  2. Tandai posisi bit yang merupakan posisi dari check bit. Posisi selain posisi check bit merupakan posisi data bit.

  3. Tentukan  rumus  perhitungan  dari  masing-masing check bit.untuk n = 1 hingga jumlah dari check bit, lakukan hal berikut:

a.) Catat  semua  posisi  dimana  bit  n  dari  member position  bernilai  1,  kecuali  posisi  bit  itu  sendiri. Member position merupakan bentuk biner dari posisi bit.  Rumus  dari  check  bit  n  sama  dengan  operasi XOR dari posisi-posisi yang dicatat.

b.)  Hitung berapa panjang bit yang diterima dan original.

c.)  Cek tabel posisi check bit dan ekstrak chek bit nya.

d.)  Hitung kembali chek bit nya dengan bit yang didapat.

e.)  Konversikan operasikan XOR ke bentuk decimal.

  • Contoh Kasus Hamming Code

Suatu memori internal menyimpan word 8 bit, suatu data 0011 0010 disimpan pada suatu alamat. Hitunglah bit paritas untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan. Andaikan bit ke lima mengalami kesalahan, tunjukkan bagaimana kode Hamming mendeteksi kesalahan tersebut dan memperbaikinya.

Jawab:

8 bit = 2^n = 2^3. n=3

bit paritas = n+1 = 3+1 = 4

8+4 = 12

DSC_0674.JPG

P1 (melangkahi 1) = 00101 = 0 (menggunakan operasi XOR, jika bit 1 berjumlah ganjil maka = 1,

P2 (melangkahi 2) = 01101 = 1 sedangkan jika bit 1 berjumlah genap maka = 0)

P4 (melangkahi 3) = 0110 = 0

P8 (melangkahi 4) = 0010 = 1

Andaikan bit 5 mengalami kesalahan, maka:

DSC_0674 - Copy.JPG

P1 = 01101 = 1 (salah)

P2 = 01101 = 1 (benar)

P4 = 1110 = 1 (salah)

P8 = 0010 = 1 (benar)

Karena kesalahan terjadi di P1 dan P4, maka 1+4 = 5. Maka kesalahan terjadi di bit ke-5

  • Kekurangan dan Kelebihan Hamming Code

Kelebihan yang didapatkan dengan menggunakan metode ini adalah cara kerjanya yang cukup  sederhana  dan  tidak  membutuhkan  alokasi memori yang banyak. Selain itu dengan digunakannya konsep error  correcting  code  pada  metode  ini  maka  jika  ditemukan error saat pendeteksian, data tidak perlu ditransmisikan ulang tetapi  langsung  dikoreksi  di  simpul  tujuan.

Sedangkan kekurangan dari metode Hamming Code adalah tidak dapat mendeteksi bila terjadi dua buah kesalahan sekaligus. Contohnya bila 1111111 terkirim sebagai 11011110 pada odd parity code yang seharusnya adalah 11111111.

 

  1. Metode Longitudinal Redundancy Check

  • Mekanisme dan cara kerja

Longitudinal Redundancy Check (LRC) adalah metode pendeteksi kesalahan untuk mendeterminasikan kebenaran dari data yang disimpan/ditransmit. Pada metode pengecekan error LRC, blok bit diorganisasikan kedalam baris dan kolom. Kemudian paritas bit tiap kolom dihitung sehingga terbentuk baris dari hasil perhitungan paritas tersebut. Seletah itu, hasil yang didapat disatukan dengan data aslinya dan dikirim pada receiver. Setelah sampai pada receiver, hasil perhitungan data asli dibandingkan dengan data yang diterima pada receiver.

Contoh perhitungan LRC :

Terdapat 5 baris data yang terdiri dari 8 bit, yaitu : 11010010 11100010 00101010 01110100 00101111

Jpeg

Setiap baris atau kolom dihitung untuk mendapatkan hasil paritas bit dan hasil dikirim pada receiver.

Jpeg

Bit yang ada pada receiver akan dihitung dan dibandingkan dengan hasil paritas bit yang dikirimkan. Jika terjadi error akan dapat terlihat dengan jelas (lihat baris 2, error ditandai dengan lingkaran).

Jpeg

  • Kelebihan dan Kekurangan LRC

Kelebihan dari LRC yaitu lebih mudah dalam mendeteksi adanya burst error, namun kelemahan dari LRC yaitu ketidak mampuannya mendeteksi kesalahan jika terjadi 2 bit error di baris yang sama namum berbeda kolom. LRC juga membutuhkan lebih banyak alokasi memori.

 

3. Metode Two Dimensional Parity

Two-dimensional parity adalah sebuah error detection dengan menambahkan bit parity untuk tiap baris data dan juga kolom data. Dengan menggunakan two-dimensional parity ini kita dapat mendeteksi kesalahan sampai dengan 3 bit.

Contoh :

Diketahui biner data sebagai berikut : 1111111 0000000 1010101 1100110 0101101 0010011

sa

Maka bit data dan parity adalah : 11111111 00000000 10101010 11001100 01011010 00100111 11100100

• KELEBIHAN:

• BISA MENDETEKSI LETAK BIT YANG SALAH (JIKA HANYA TERDAPAT 1 KESALAHAN)

MENINGKATKAN DETEKSI BURST ERROR

• KELEMAHAN:

• TIDAK DAPAT MENDETEKSI KESALAHAN SEPERTI CONTOH: DATA: 11110000 11000011 ERROR: 01110001 01000010 (ADA 2 DATA DI BAGIAN PERTAMA YANG SALAH KEMUDIAN DI BAGIAN KEDUA JUGA ADA 2 DATA YANG SALAH DI POSISI YANG SAMA)

 

Referensi:

Lubis, Ahmad Alfi Albar dkk. (2010). Perancangan Error Detection System And Error Correction System

Menggunakan Metode Hamming Code Pada Pengiriman Data Text. Medan: USU.

 http://t4planet.tripod.com/longitudinalredundancycheck.html

http://w ww.slideshare.net/angelgdiaz_ut/errors-error-detection-and-error-control-8600677

http://www.techopedia.com/definition/1800/longitudinal-redundancy-check-lrc

http://www.s cribd.com/doc/221737240/Teori-Informasi-Error-Detection

 

PERANAN ANGGOTA KELOMPOK

No

NIM

Nama Anggota

Peranan

1

1103121281

Rakhmad Indra Permadi

Hamming Code

2

1103120102

Rhesa Fauzan Hermawan

Two Dimensional Parity

3

1103120104

Muhammad Taufik Wahdiat

Longitudinal Redudancy Check

Tugas-1 Jaringan Komputer

 

 A. Pengertian Jaringan KomputerJaringan-KomputerJaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui suatu media seperti kabel dan nirkabel. Informasi yang berupa data akan dikirimkan dari suatu komputer ke komputer lainnya sehingga masing-masing komputer yang terhubung tersebut bisa saling bertukar informasi.

B. Requirement Sebuah Jaringan

Pada umumnya, sebuah jaringan membutuhkan dua atau lebih node dan penghubung antar node tersebut. Pada jaringan komputer, dibutuhkan dua komputer atau perangkat lain dan penghubung diantara perangkat-perangkat tersebut. Requirement pada jaringan komputer yaitu : Connectivity, Resource Sharing dan Performance.

  • Connectivity : yaitu dua atau lebih komputer yang saling terhubung melalui sebuah media koneksi seperti kabel dan wireless. dengan menggunakan switch, besarnya network pada suatu jaringan dapat ditingkatkan.

  • Resource Sharing : Pemakaian bersama jaringan dengan biaya yang efektif.

  • Performance : Kinerja jaringan yang dibuat harus memiliki akses yang cepat dengan biaya yang rendah.

 

C. Latar Belakang Pemilihan Arsitektur Jaringan (internet)

Dalam memilih arsitektur jaringan internet, hal-hal yang harus kita perhatikan antara lain:

1. Tarif

Tarif yang ditawarkan harus seusai dengan servis yang disediakan dan harus terjangkau oleh masyarakat umum

2. Kualitas

Kulaitas jaringan harus stabil dan tidak putus-putus ataupun mati karena pastinya akan mengganggu layanan dari internet itu sendiri.
3. Kecepatan

Kecepatan haruslah sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat umum. Semakin cepat akan semakin baik agar kebutuhan terpenuhi.

Arsitektur jaringan komputer dibedakan menjadi arsitektur logic dan arsitektur fisik. Arsitektur logic berkaitan dengan logika hubungan masing-masing komputer dalam suatu jaringan. Sedangkan arsitektur fisik berkaitan dengan susunan fisik sebuah jaringan komputer, biasanya disebut juga dengan topologi jaringan.

Topologi Bus

Pada topologi bus seluruh komputer dalam sebuah jaringan terhubung dalam sebuah bus atau jalur komunikasi data. Semua node yang tergabung dalam network akan mendapatkan pesan yang sama melalui jalur network pada saat yang sama. Topolgi ini memiliki kelemahan pada saat tingkat komunikasi data sangat padat, karena kemungkinan terjadinya collusion (tabrakan) komunikasi antara beberapa komputer menjadi sangat besar. Hal ini menyebabkan turunnya kecepatan lalu lintas data, yang pada akhirnya menurunkan kinerja jaringan secara keseluruhan. Namun topologi ini juga memiliki kelebihan yaitu dapat menambah atau mengurangkan komputer dan node tanpa mengganggu operasi yang telah dijalankan serta murah untuk rangkaian jaringan yang kecil

Topologi bus terdiri daripada beberapa komputer yang disambungkan kepada satu kabel utama dengan menggunakan terminator.

bus_topo

Kekurangan topologi bus :

  • Jika kabel tulang belakang (backbone) atau nodenya bermasalah, rangkaian tidak dapat berfungsi, maka diperlukan terminator untuk kedua ujung kabel backbone tersebut.

  • Diperlukan repeater jika jarak tempuh LAN jauh.

Topologi Ring

Pada topologi ini seluruh komputer dalam jaringan terhubung pada sebuah jalur data yang menghubungkan komputer satu dan komputer yang lainnya secara sambung menyambung sehingga menyerupai cincin. Tiap node akan berfungsi sebagai repeater yang menerima sinyal dari node sebelumnya, memperkuat dan meneruskan sinyal ke node berikutnya.


topologi-ring

Kelebihan topologi ring :

  • Tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana).

  • Memiliki kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan topologi bus.

  • Lebih hemat kabel.

Kekurangan topologi ring :

  • Apabila terjadi gangguan pada salah satu titik atau lokasi dalam jaringan,maka akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan.

Topologi Star

Dalam topologi jaringan bintang, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat.

Tiap node pada topologi ini dihubungkan ke satu titik (concentrator) melalui hubungan point to point. Concentrator dapat berupa hub, switch, router, multipoint repetear dan lain-lain. Dalam topologi ini masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan ke pusat dengan menggunakan jalur yang berbeda, maka jika terjadi gangguan pada salah satu titik dalam jaringan, tidak akan mempengaruhi bagian jaringan yang lain. Hal ini juga memungkinkan pengaturan jaringan yang lebih fleksibel, serta memungkinkan kecepatan komunikasi data yang lebih baik jika dibandingkan topologi yang lain (bus dan ring).
images

Kelebihan topologi star :

  • Memudahkan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan.

  • Pemasangan atau perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain.

Kekurangan topologi star :

  • Kinerja jaringan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sentral dari jaringan tersebut.

  • Kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar.

  • Boros kabel.

 

D. Parameter Performansi Jaringan Beserta Cara Perhitungannya

Metrik yang diukur didalam teknik pengukuran trafik jaringan biasanya dalam berupa.

  • Delay, One way delay (OWD) adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu paket dari tempatsumber ke tujuan. Sementara waktu dari sumber ke tujuan kembal lagi ke sumber disebutdengan round trip time (RTT) delay.

  • Loss, persentase paket yang tidak sampai ke tujuan di jaringan.

  • Kapasitas bandwidth, yaitu bandwidth maksimum secara teori dari suatu elemen jaringanatau jalur ujung ke ujung.

  • Utilisasi bandwidth, Jumlah total trafik yang menggunakan suatu hop atau jalur.

  • Bandwidth tersedia, Kapasitas bandwidth dikurangi dengan utilisasi pada suatu intervalwaktu.

  • Bandwidth tercapai, Truput antara dua titik pada suatu kondisi tertentu, seperti protokoltransmisi (TCP atau UDP), perangkat keras dari host (kecepatan prosesor, kecepatan busatau kecepatan NIC), system operasi dan lain-lain.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan

1. Pembentukan baseline

Pembentukan baseline dijadikan sebagai dasar pembanding sebelum dan sesudahperubahan. Baseline tergantung pada konsep operasi sebagai berikut :

  • Router/switch : CPU, memory, buffer management, utilization, throughput

  • Availability : menunjukan kenaikan stabilitas/availabilitas jaringan

  • Aplikasi : bandwidth usage, type of application, top talker2.

2. Measuring Avaibility

Dilakukan dengan mengukur Ukuran waktu network atau aplikasi dapat digunakanoleh pemakai. Dari perspektif network, menunjukkan kehandalan komponen jaringan secara individual. Harus diperhatikan jadwal outage : move, add, change,shutdown, dsb.

3. Measuring Respon Time

Pengukuran dilakukan dengan mengukur waktu yang diperlukan traffic berjalan darisatu titik ke titik lainnya. Faktor yang mempengaruhi adalah Network congestion,routing yang salah, piranti jaringan yang menurun, gangguan jaringan seperti badaipaket, Noise or CRC error. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa respon time yangberbasis pemakai (respon time sisi pemakai) merupakan gabungan antara respontime client, jaringan, dan server.

4. Measuring Accuracy

Measuring accuracy adalah Ukuran traffic interface yang tidak mengalamikesalahan, atau prosentase dari sukses rate terhadap total paket dalam periodewaktu. Penyebabnya adalah pengkabelan yang tidak sesuai standar, electricalinterference, gangguan pada hardware dan software.5. Measuring UtilizationPengukuran Utilization adalah ukuran penggunaan sumber daya pada satuan waktu.Utilisasi yang tinggi belum tentu jelek kinerjanya. Utilisasi rendah dapatdimungkinkan karena adanya gangguan, utilisasi yang berlebih dapatmenyebabkan packet drop dan queuing.Metrik kinerja yang lazim diukur adalah respon time, packet loss, utilization,availability, through put, CPU dan memory usage.

 

referensi :

http://ee.unila.ac.id/index.php/component/content/article/57-weds-knowledge/164-pengukuran-trafik-jaringan.html

http://www.academia.edu/5202402/Jaringan_Komputer_dan_Komunikasi_Data_Building_a_Network_Lecture_2_Requirements_and_Network_Architecture

 

Tugas ke-1 SISOP Rangkuman Overview Sistem Operasi

 

A. Definisi Dari Sistem Operasi

 

Sistem operasi adalah perangkat lunak level rendah yang mendukung operasi dasar sistem dan melakukan kontrol serta manajemen perangkat keras.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.

 

B. Fungsi dari Sistem Operasi

 

Fungsi dasar dari sistem operasi adalah:

  • booting

  • melakukan tugas dasar komputer

  • menyediakan user interface

  • menangani system resources

  • menyediakan manajemen file

1. Booting

Proses saat menyalakan atau merestart komputer dikenal dengan booting. Cold boot adalah saat dimana komputer dinyalakan dari keadaan mati. Warm boot adalah proses menggunakan sistem operasi untuk merestart komputer.

2. Melakukan tugas dasar komputer

Sistem operasi melakukan tugas dasar komputer, yaitu mengelola beberapa perangkat peripheral seperti mouse, keyboard, dan printer. Kebanyakan dari operasi sistem sekarang menerapkan plug and play, dimana mouse, keyboard, dan printer akan dideteksi dan diatur secara otomatis tanpa campur tangan dari user.

3. Menyediakan user interface

Pengguna dapat berinteraksi dengan software melalui user interface. Ada 2 tipe utama dari user interface, yaitu command line dan Graphical User Interface (GUI). Melalui command line, user berinteraksi dengan sistem operasi dengan mengetik command untuk melakukan tugas tertentu. Melalui GUI, user berinteraksi dengan sistem operasi melalui mouse untuk mengakses windows, icon, dan menu.

4. Menangani system resources

Sistem operasi menangani memori komputer dan  central processing unit (CPU) melalui berbagai aplikasi atau perangkat peripheral. Sistem operasi memastikan bahwa setiap aplikasi mendapatkan bahan yang diperlukan untuk memaksimalkan fungsi dari sistem secara keseluruhan.

5. Menyediakan manajemen file

Sistem operasi dapat menangani pengorganisasian dan tracking file atau folder yang disimpan atau diambil dari disk komputer. Sistem file manajemen mendukung user untuk membuat file atau direktori, menamai file, meng-copy atau memindahkan file. Sistem operasi melacak dimana file berada pada hard drive melalui tipe file sistem.

 

C. Sejarah Sistem Operasi

 

Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:

1. Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

2. Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS. Jadi generasi komputer kedua ini merupakan generasi pertama dari sistem Operasi.

3. Generasi Ketiga (1965-1980)

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).

4. Generasi Keempat (Pasca 1980an)

Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

Adapun sejarah sistem operasi yang dirinci dari tahun 1980an. Artikel ini menguraikan sejarah sistem operasi dari DOS, Mac, Windows, BSD, sampai Linux.

1956

GM-NAAI/O :Sistem operasi pertama ini digunakan pertama kali oleh General Motors pada komputer besar IBM 704. Namun, sistem ini tidak lebih hebat dari Batch Processing.

1969

Unix :Sistem operasi modern pertama ini dikembangkan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie yang saat itu membutuhkan sebuah platform yang cepat untuk game “Space Travel” mereka.

1973

XeroxAlto : Sistem pertama dengan graphical interface yang hanya digunakan untuk penelitian sampai 1981

1980

QDOS : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086.

Microsoft : Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan komputer.

1981

PC  DOS : IBM meluncurkan PC  DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.

MS  DOS : Microsoft menggunakan nama MS  DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan diluar IBM.

1983

MS  DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS  DOS diluncurkan pada komputer PC XT.

1984

System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse.

MS DOS 3.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10 MB.

MS DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.

1985

MS Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MS­Windows, sistem operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.

Novell Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware 86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.

1986

MS  DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS  DOS 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.

1987

OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti IBM PC DOS.

MS  DOS 3.3 : Microsoft meluncurkan MS  DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS DOS.

Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan.

MINIX : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan Linux.

1988

MS  DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MS DOS 4.0 dengan suasana grafis.

WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners Lee.

1989

NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell untuk prosesor Intel 80386.

1990

Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows.

Windows 3.0 : Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan cukup baik.

MS Office : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 1 2 3, Wordstar, Word Perfect dan Quattro.

DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR DOS 5.0.

1991

Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux.

MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 5.0 dengan penambahan fasilitas full -screen editor, undelete, unformat dan Qbasic.

1992

Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya.

386 BSD : OS berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD.

Distro Linux : Linux didistribusikan dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).

1993

Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.

Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic, browser web untuk Internet.

MS  DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan MS DOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi harddisk DoubleSpace.

Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux.

Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.

MS  DOS 6.2 : Microsoft meluncurkan MS DOS 6.2.

NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan nama NetBSD.

FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan nama FreeBSD.

1994

Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet.

MS DOS 6.22 : Microsoft meluncurkan MS DOS 6.22 dengan program kompresi bernama DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS.

FreeDOS : Jim Hall, mahasiswa dari Universitas Wisconsin River Falls Development mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan Windows 95.

SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.

Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.

1995

Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.

PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.

Windows CE : Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.

PalmOS : Palm menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.

OpenBSD : Theo de Raadt pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.

1996

Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0

1997

Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.

1998

Windows 98 : Web browser Internet Explorer menjadi bagian penting dari Windows 98 dan berhasil menumbangkan dominasi Netscape Navigator.

Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT.

Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.

Japan Goes Linux : TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.

Mandrake : Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.

1999

Support : Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.

Corel Linux : Corel pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.

2000

Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.

Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.

Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.

China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.

Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago Sun Times. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.

2001

Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.

Lindows: Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan perubahan nama oleh Microsoft.

2002

Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source diluncurkan oleh Sun Microsystem.

OS Lokal : OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.

2003

Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.

Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.

Novell : Ximian, perusahaan pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.

LiveCD : Knoppix merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.

2004

Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).

2005

Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti nama menjadi Mandriva.

2006

Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.

CHIPLux : Distro lokal terus bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.

2007

Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi.

2008

3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX. Ada beberapa versi yang disediakan, yaitu versi 3D OS untuk pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux.

2010

Windows7 : Sistem Operasi ini merupakan penyempurna dari sistem operasi yang di buat sebelumnya oleh microsoft. Bisa dikatakan bahwa sistem operasi ini merupakan sistem operasi terbaik yang ada pada saat ini.

 

 

 

D. Tugas OS Berkaitan Dengan Proses, Manajemen Memori, Proteksi dan Keamanan, Penjadwalan dan Manajemen Resource.

 

Fungsi sistem operasi secara garis besar adalah membuat sistem komputer menjadi lebih mudah digunakan, menjadikan penggunaan sumber daya hardware komputer lebih efisien dan menyediakan antarmuka pengguna.

Sistem Operasi dikembangkan untuk mengotomatisasi hal-hal yang pada awalnya harus dilakukan secara manual. Selain itu sistem operasi menyembunyikan detail operasi perangkat keras dan menyediakan antarmuka yang lebih mudah dimengerti, seperti GUI (Graphic User Interface) dan CLI(Command Line Interface). Dengan kata lain, sistem operasi melakukan abstraksi bagi pengguna terhadap pengaksesan sumber daya komputer.

Sistem operasi sebagai Resources Manager atau pengatur sumber daya serta penjadwalan. Sistem operasi akan mengatur sumber daya komputer agar sesuai dengan tugas-tugas yang dikerjakan sehingga terpakai secara efisien, efektif dan aman. Pada sistem komputer dimungkinkan beberapa job dikerjakan secara sekuensial untuk dimasukkan ke prosesor. Sumber daya komputer tentu akan dibagi-bagi untuk masing-masing tugas. Contohnya ketika kita sedang memakai printer. Jika kita mencoba melakukan pencetakan dari satu job, maka sistem operasi akan mengatur agar printer tidak dialokasikan (dipindahtugaskan) ke job lainnya untuk menghindari kondisi dimana halaman cetak akan berisi sebagian job pertama dan sebagian job kedua.

Yang dilakukan sistem operasi untuk mengatur sumber daya komputer adalah dengan bertindak sebagai Process Manager, Memory Manager, Device Manager dan File Manager. Penjelasannya mengenai tugas-tugas sistem operasi adalah sebagai berikut :

  • Manajemen Proses : Proses adalah sekumpulan pekerjaan yang dieksekusi oleh prosesor secara teknis. Sistem operasi akan mengatur proses-proses tersebut agar tidak saling mengganggu bahkan dapat saling bekerjasama. Sistem operasi dapat membuat dan menghentikan proses, menunda dan melanjutkan kembali proses serta menyediakan mekanisme penjadwalan, komunikasi, sinkronisasi dan penanganan deadlock (dimana suatu proses terhenti oleh karena tabrakan data atau operasi yang mustahil dilakukan).

  • Manajemen Memori : Tugas dari komponen Manajemen Memori adalah untuk mengatur pemakaian memori primer agar dapat digunakan oleh sebanyak mungkin proses yang berlangsung atau terjadwal tanpa saling mengganggu. Caranya dengan mengelola memori kosong, mengalokasikan dan membebaskan ruang memori terhadap proses, melakukan proteksi terhadap proses yang terdapat pada memori primer.

  • Manajemen Device : Mengelola beragam peralatan atau peranti I/O yang berbeda karakteristiknya dapat digunakan oleh proses-proses yang mengontaknya. Pengaksesan peranti I/O dilakukan melalui device driver (suatu program yang berfungsi menghubungkan sistem operasi dengan hardware I/O). Secara garis besar tugas komponen manajemen device adalah penjadwalan peranti I/O, buffering, caching, spooling, pemesanan device dan koreksi kesalahan.

  • Manajemen Berkas : Pada tugas ini, sistem operasi akan mengatur berkas-berkas yang ada pada memori sekunder. Sistem operasi akan membentuk suatu sistem berkas tertentu tergantung dari jenis sistem operasi tersebut. Misalnya FAT16 pada MSDOS, EXT3/EXT4 pada Linux dan NTFS pada Windows NT. Untuk kerapian dan kemudahan akses bagi pengguna, biasanya sistem operasi akan menyimpan berkas dalam bentuk hirarki atau pohon. Tugas utama manajemen berkas adalah mendukung operasi/pemanipulasian pada berkas (misalnya menghapus, menggandakan atau memindahkan), mengelola ruang kosong pada memori sekunder, mengelola isi direktori, melakukan proteksi dan recovery pada berkas.

  • Proteksi dan Keamanan : Proteksi dalam sistem operasi adalah suatu mekanisme untuk mengontrol akses terhadap beberapa software dan hardware yang diproteksi dalam sistem operasi. Sedangkan Keamanan adalah suatu mekanisme dalam sistem operasi untuk melindung data-data dan informasi penting dari aspek ancaman , aspek penyusup , dan aspek musibah.

Referensi

© 2024 Wahdiat's blog

Theme by Anders NorenUp ↑